Evektivitas dan Manfaat Karbon Aktif

Mendengar kata arang, pikiran apa yang terlintas di benak anda? Bahan yang satu ini kerap dicari saat-saat perayaan tahun baru untuk kegiatan memanggang. Yap benar sekali, arang biasa digunakan dalam proses memasak khususnya dengan metode tradisional sebagai bahan bakar. Pada dasarnya arang merupakan hasil residu dari proses pembakaran dengan kandungan utama berupa senyawa karbon (CO). Kandungan ini yang membuat arang menjadi berwarna hitam dan memiliki sifat mudah terbakar. 

Beberapa tahun belakangan, arang atau charcoal juga kerap kita dijadikan salah satu bahan makanan inovatif yang menghasilkan makanan berwarna hitam. Tidak hanya itu arang juga digunakan sebagai media tanam, bahan dasar pembuatan obat nyamuk, bahan perawatan kecantikan, hingga proses penyaringan air . Kendati demikian, perlu diketahui juga bahwa ada berbagai jenis arang yang tersebar di pasaran dengan manfaat dan fungsi yang berbeda beda. Untuk itu, yuk ketahui lebih lanjut tentang berbagai jenis arang, efektivitas, dan manfaatnya dalam pembahasan berikut:


Jenis-jenis arang


a. Jenis Arang Berdasarkan Bahan Baku


Sebagai hasil dari residu pembakaran, arang dapat dibedakan berdasarkan bahan baku utama yang digunakan pada proses pembakaran atau karbonasi. Pada umumnya, arang terbuat dari hasil pembakaran batang kayu. Namun terdapat beberapa jenis arang lainnya seperti arang tempurung kelapa, batang bambu, arang serbuk gergaji, dan arang serasah yang berasal dari sampah dedaunan. Bahan-bahan baku tersebut akan dibakar dengan suhu 100°C dalam waktu 3- 5 jam. Salah satu jenis arang yang kerap ditemukan dipasaran adalah arang briket. Jenis ini merupakan gabungan arang dari berbagai bahan baku yang dihaluskan hingga berbentuk bubuk untuk kemudian dicetak kembali. Di Indonesia sendiri, arang briket asal Jawa Tengah menjadi primadona dalam industri bahan bakar hingga menjadi salah satu komoditi ekspor.


b. Jenis Arang Berdasarkan Proses Aktivasi


Dua jenis arang lainnya yang sering diperbincangkan adalah arang biasa dan arang aktif atau karbon aktif. Sekilas kedua arang ini terlihat serupa dari segi bentuk dan tekstur. Namun perbedaan keduanya terletak pada proses aktivasi. Bagaimana cara mengaktifkan arang menjadi karbon aktif? Pada dasarnya karbon aktif berasal dari arang biasa yang diaktivasi. Proses aktivasi dapat memperluas pori-pori pada arang dan meningkatkan daya adsorpsi sehingga meningkatkan efektifitas arang dalam menyaring air. Proses aktivasi dapat dilakukan secara fisika dengan aktivasi termal berupa pemanasan dengan suhu 650 – 800°C. Pemanasan ini bertujuan untuk membantu membuka pori-pori pada arang. Proses aktivasi kedua dilakukan secara kimiawi berupa penambahan activator senyawa basa kuat atau asam seperti Zinc Chloride (ZnCl2) dalam arang. Proses aktivasi juga meningkatkan kandungan karbon dalam arang hingga mencapai 85%-95% dengan efektifitas lebih tinggi dibandingkan arang biasa.


Lalu arang jenis apa yang digunakan dalam proses penyaringan air?


Jenis arang yang digunakan dalam menyaring air adalah arang aktif/karbon aktif dengan pori-pori kecil dan bervolume rendah menyediakan permukaan untuk adsorpsi dan mengikat zat kimia berbahaya. Satu gram bubuk karbon aktif memiliki luas permukaan hingga 3000 m2 (satu sendok teh menghasilkan permukaan pori yang setara dengan lapangan sepak bola) sehingga termasuk sebagai salah satu filter yang sangat efektif dalam menyaring dan menjernihkan air. Proses penyaringan dilakukan secara fisika dimana air yang kotor akan mengalir melalui filter karbon aktif yang menjebak berbagai bahan kimia dan bakteri sehingga menghasilkan air yang lebih murni. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) mengidentifikasikan bahwa Karbon aktif merupakan satu satunya teknologi penyaringan yang direkomendasikan dalam menghilangkan 32 kontaminan termasuk klorin, 14 jenis pestisida termasuk glyphosate, dan 12 jenis herbisida yang terkandung dalam air. Di sisi lain Badan Nasional Sanitasi (NSF) menyatakan bahwa karbon aktif efektif dalam menghilangkan hingga 80 jenis bahan kimia yang berbahaya untuk dikonsumsi tubuh.


Apakah hasil filtrasi dari Karbon Aktif aman Dikonsumsi?


Karbon aktif pada umumnya aman dikonsumsi secara langsung. Berbagai contoh pengaplikasian karbon aktif dapat dilihat di bidang medis (obat diare yang mengandung karbon) dan bidang kuliner (bubuk karbon yang bisa dicampur dalam berbagai jenis makanan seperti charcoal latte). Selagi konsumsi bubuk karbon disesuaikan dengan dosis (25–100 gram untuk orang dewasa) maka karbon aktif dapat memberikan berbagai manfaat bagi tubuh seperti menurunkan kolesterol, mengatasi gangguan pencernaan hingga mencerahkan kulit. Melalui informasi tersebut maka dapat disimpulkan bahwa proses penyaringan air dengan karbon aktif tidak akan mencemari kualitas air dan sangat aman bagi tubuh. Dalam proses filtrasi air, karbon aktif akan menyaring air tanpa menghilangkan kandungan mineral di dalamnya. Namun perlu diperhatikan bahwa tumpukan dari kotoran yang tersaring dalam karbon aktif berpotensi mencemari air, sehingga sangat penting untuk mengganti arang secara rutin sesuai dengan jangka waktu pakai yang ditentukan. 


Lebih baru Lebih lama